Tampilkan postingan dengan label organik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label organik. Tampilkan semua postingan
Minggu, 10 Februari 2013
Pemanfaatan Urine dan Kotoran Kambing
Urine kambing merupakan salah satu pupuk organikcair yang belum banyak dimanfaatkan oleh petani. Sementara urine kambing ini mempunyai kandungan unsur Nyang tinggi. Potensinya yakni satu ekor kambing dewasa itu dapatmenghasilkan 2,5 liter urine/ekor/hari, sedangkan kotoran yang dihasilkannyaadalah 1 karung/ekor/2 bulan. Apa yang terdapat dalam kotoran kambing. Beberapahara penting terkandung di dalamnya. Khusus urine kambing kandungannya sebagaiberikut :
1. Nitrogen (N)36,9 – 37,31 %
2. Posfor (P)16,5 -16,8 ppm
3. Kalsium (Ca)0,67 – 1,27 %
![]() |
| Mbeekk.. |
Di Sumatera Barat istilahBurcikam muncul dalam mengistilahkan pupuk yang diramu dari urine dicampurdengan kotoran kambing. Berikut cara pembuatannya :
- Urinedan kotoran kambing dicampur didalam drum atau baskom dengan perbandingan 1 : 1(1 liter urine dicampur dengan 1 liter kotoran) dan dibiarkan selama 3 hari.
- Setelah3 hari campuran ini diaduk setiap pagi sehingga membentuk bubur.
- Setelah10 hari burcikam ini sudah dapat diaplikasikan pada tanaman.
- Sebelumdigunakan burcikam ini dicampur dengan air dengan perbandingan (1:3) yaituliter burcikam dicampur dengan 3 liter air.
Kamis, 07 Februari 2013
Insektisida Bawang Putih
Oleh : ICHSAN KURNIAWAN
Dalam memenuhi kaidah pertanian organik yangmenyelaraskan alam dan ramah terhadap lingkungan, maka pemanfaatan penggunaanbahan alami dalam membuat pestisida baik insektisida, fungisida maupun rodentisida.Beberapa waktu lalu kita telah membahas pemanfaatan sumber daya lokal sebagaipestisida secara umum. Begitu banyak bahan yang dapat dimanfaatkan. Ini adalahsalah satunya khususnya dalam pengendalian serangga. Insektisida ini berbahandasar bawang putih dan bersifat repelen (penolakan) dengan menggunakan bau khasdari bawang putih.
Alat :
| 1.Alat Tumbuk | 3.Sendok |
| 2.Botol | 4.Kain Halus |
Bahan :
| 1.Bawang Putih | 3.Minyak Bawang (hasil ekstrak) |
| 2.Minyak Tanah | 4.Detergen (dapat diganti sabun cair) |
Cara :
| - | Bagian bawang putih ditumbuk halus |
| - | Dimasukkan ke dalam minyak tanah yang kemudian diendapkan selama lebih kurang 24 jam |
| - | Penyaringan dengan kain halus dan diperas |
Penggunaan :
3 sendok teh ekstrak ditambah 1 liter air dan 2 sabun cairJumat, 01 Februari 2013
Piretrum, si Racun Ulat dan Serangga
Oleh : ICHSANKURNIAWAN
Secara definisipestisida nabati dapat kita artikan merupakan pestisida yang berbahan dasarnyaberasal dari tumbuhan/ tanaman. Pestisida nabati sendiri sebenarnya sudahdigunakan berabad-abad yang lalu. Misalnya saja pestisida tembakau yang konontelah dipakai oleh petani dari lebih 3 abad yang lalu. Selain itu pestisidanabati yang pernah populer “jaman dahulu” adalah bubuk Piretrum, tanamanDerris, biji familia Lily, dan akar Ryania.
Nah, sekarangmari kita bahas salah satunya yang juga dipakai di Indonesia saat ini yakniPiretrum. Tanaman dengan nama latin Phyretrum cinerariaefolium ini sebagaipestisida konon telah dikenalkan oleh bangsa Parsi untuk mengendalikan kutusejak tahun 1800 an.
Mengenal Morfologis Piretrum
Tanaman inimempunyai tinggi 20-70 cm dan tumbuh baik pada ketinggian + 200 m.Piretrum tampil dengan daun majemuk, menyirip berwarna hijau dengan tangkaiberbentuk segitiga yang panjangnya 6-15 cm dengan pangkal yang berpelapahpendek berwarna ungu.
Bunga tanaman iniberwarna putih bersih yang disangga tangkai yang panjangnya sekita 15 cm yangberalur dan berambur. Bunga tersebut berbongkol dengan diameter sampai 1 cm.Sementara buahnya berbentuk jarum yang panjangnya 0,3-4 mm. Biji tersebutberukuran kecil kecil kuning. Kandungan yang terdapat minyak atsiri (parafin,piretrosin dan chrisantemin, piretrin, piretrolun dan sinerin).
Pemanfaatan Piretrum sebagai Racun (Pestisida)
Manfaat tanamanini yakni sebagai racun / pestisida baik untuk ulat, serangga juga hama gudang.
- - Sebagai racun serangga (insektisida). Caranya ambil bungasegenggam, keringkan dan bakar ditempat yang banyak serangganya. Atau bungatersebut dicampur dengan serbuk gergaji dan tepung kanji dengan perbandingan 1: 3 :2 yang diaduk jadi satu dan tambahkan air secukupnya hingga menjadi adonanyang rata. Kemudian tersebut dicetak seperti obat nyamuk.
- - Serbuk bunga piretrum mengandung bahan aktif piretrinyang efektif mengendalikan ulat. Dengan cara pembuatan dengan menumbuk halusbunga piretrum. Rendam serbuk tersebut sebanyak 25 gr dalam 10 liter air yangdicampur 10 gr detergen. Aduk rata dan didiamkan semalaman. Hasil tersebutdisaring untuk disemprotkan.
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)